Kepadamu yang akan menjadi pendampingku kelak..
Terima kasih karena telah memilihku di antara ribuan bidadari di luar sana yang siap untuk kau pilih.. Padahal kau begitu tahu, aku hanya wanita biasa, yang sangat jauh dari sempurna.Karenanya ku ingin kau tahu, aku bukan wanita yang sempurna, aku begitu banyak kekurangan. Maka ketahuilah..
Kepadamu yang akan memilihku kelak..
Aku tak sebijak bunda khadijah, karenanya ku ingin kau tahu, aku bisa saja berbuat salah dan begitu menyebalkan. Maka ku mohon padamu, bijaklah dalam menghadapiku, jangan marah padaku, nasihati aku dengan hikmah, karena bagiku kaulah pemimpinku, tak akan berani ku membangkang padamu..
Duhai kau yang telah memilihku kelak..
Ingatlah, tak selamanya aku dapat tampak cantik di matamu, ada kalanya aku akan begitu kusam dan jelek. Mungkin karena aku begitu sibuk berjibaku di dapur, menyiapkan makan untuk kau dan malaikat-malaikat kita nanti –insya’Allah-. Maka aku akan tampak kotor dan berbau asap. Atau karena seharian ku harus membenahi istana kecil kita, agar kau dan malaikat kita dapat tinggal dengan nyaman dan sehat. Maka mungkin aku tak sempat berdandan untuk menyambutmu sepulang bekerja..
Ataukah kau akan menemukanku terkantuk kantuk saat mendengar keluhan dan ceritamu, bukan karena aku tak suka menjadi tempatmu menumpahkan segala rasamu, tapi karena semalam saat kau tertidur dengan nyenyak, aku tak sedetikpun tertidur karena harus menjaga malaikat kecil kita yang sedang rewel, dan ku tau kau letih mengais rezeki untuk kami maka tak ingin ku mengusik sedikit pun lelapmu.. Jadi jika esok pagi kau mendapatiku begitu letih dan ada lingkaran hitam di mataku, maka tetaplah tersenyum padaku, karena kau adalah kekuatanku..
Padamu yang menjadi nahkoda dalam hidupku kelak..
Ketahuilah, aku tak sesabar Fatimah, ada kalanya kau akan menemukanku begitu marah, menangis dan tak terkontrol, bukan karena ku membangkang padamu, tapi aku hanya wanita biasa, aku juga butuh tempat untuk menumpahkan beban di hatiku, tempat untuk melepaskan penatku, dan mungkin saat itu aku tak menemukanmu, atau kau begitu sibuk dengan pekerjaanmu, maka bersabarlah, yang ku butuhkan hanya pelukan dan belaianmu.. Karena bagiku kau adalah tetesan embun yang mampu memadamkan segala resahku..
Ataukah ada kalanya tanganku akan mencubit dan memukul pelan si kecil karena lelah dan penatku di tambh rengekannya yang tak habis-habisnya. Sungguh bukan karena ku ingin menyakitinya, tapi kadang aku kehabisan cara untuk menenangkan hatinya. Maka jangan membentakku karena telah menyakiti buah hati kita, tapi cukup kau usap kepalaku, dan bisikkan kata sayang di telingaku, karena dengan itu ku tau kau selalu menghargai semua yang ku lakukan untuk kalian, dan kau akan menemukanku menangis menyesali perlakuanku pada malaikat kita, dan aku akan merasakan ribuan kali rasa sakit dari cubitan yang ku berikan padanya, dan aku akan berjanji tak akan mengulanginya lagi..
Padamu yang menjadi imam dalam hidupku kelak..
Ketahuilah, aku tak secerdas aisyah.. Maka jangan pernah bosan mengajariku, membimbingku ke arah-Nya, walau kadang aku begitu bebal dan bodoh, tapi jangan pernah letih mengajariku.. Jangan segan membangunkanku di sepertiga malam untuk bersamamu bermunajat pada Kekasih yang Maha Kasih.. Jangan letih mengingatkanku untuk terus bersamamu mendulang pahala dalam amalan-amalan sunnah.. Bimbing tanganku ke JannahNya, agar kau dan aku tetap bersatu di dalamnya.
Padamu yang menjadi kekasih hati dan teman dalam hidupku..
Seiring berjalannya waktu, kau akan menemukan rambutku yang dulu hitam legam dan indah, akan menipis dan memutih. Kulitku yang bersih akan mulai keriput. Tanganku yang halus akan menjadi kasar.. Dan kau tak akan menemukanku sebagai wanita cantik, yang kau khitbah puluhan tahun yang lalu.. Bukan wanita muda yang selalu menyenangkan matamu.. Maka jangan pernah berpaling dariku.. Karena satu yang tak pernah berubah, bahkan sejak dulu akan terus bertambah dan kian membuncah, yaitu rasa cintaku padamu..
Ketahuilah.. Tiap harinya, tiap jam, menit dan detiknya, telah aku lewati dengan selalu jatuh cinta padamu..Maka, cintailah aku, dengan apa adanya aku.. Jangan berharap aku menjadi wanita sempurna.. Maafkan aku karena aku bukan putri.. Aku hanya wanita biasa..
Sabtu, 10 Januari 2015
Kamis, 25 Desember 2014
Mampukah Sampah menjadi sumber Energi di Indonesia ?
Indonesia
memang seringkali dilanda dengan permasalahan ekonomi dan kesejahteraan
rakyat. Apalagi sejak naiknya harga BBM imbasnya pun sampai pada
seluruh lapisan masyarakat. Hal ini menyebabkan masyarakat yang berada
pada tingkat ekonomi menengah kebawah semakin terbebani dengan harga
barang-barang pokok yang semakin tinggi. Pemerintah pun sudah berupaya
untuk mengatasi krisis energi yang memang sedang mewabah tidak hanya
pada Indonesia, namun sebagian besar negara-negara di kawasan Asia
Pasifik.
Permasalahan
energi ini menuntut masyarakat untuk bisa hemat terhadap penggunaan
energi, dan mencari energi masa depan/energi alternatif. Kali ini mulai
banyak bermunculan penggunaan energi alternatif dari sampah organik.
Karena sampah organik yang bisa diolah kembali ini merupakan salah satu
solusi terbaik bagi permasalahan krisis energi. Selain hemat biaya,
bahan bakar dari sampah organik ini pun bisa mengurangi jumlah sampah
yang biasanya menjadi permasalahan di kota-kota besar. Dan banyak sekali
manfaat yang diperoleh dari pengolahan sampah organik menjadi sumber
energi masa depan.
Salah
satu contoh adalah biogas yang merupakan bahan bakar gas yang
dihasilkan dari sumber fermentasi sampah dan limbah organik yang
menumpuk tak terolah maksimal di sekeliling kita. Kelebihan sumber
energi dari biogas adalah bersifat renewable (dapat diperbaharui) sehingga dapat menyediakan sumber energi secara berkesinambungan (sustainable).
Selain itu juga lebih ramah lingkungan dibandingkan BBM fosil. Adanya
pihak yang bersedia mengelola sampah organik menjadi bigas ini, mungkin
akan bisa menambah lapangan pekerjaan juga untuk tenaga yang ahli
dibidangnya.
Yang
menjadi pertanyaan besar adalah, bagaimana cara menghasilkan biogas?
Biogas dihasilkan dengan cara pengolahan sampah organik, yang bisa
didapatkan dengan mudah di pasar induk dan pasar tradisional, tumbuhan
gulma air seperti eceng gondok, sisa masakan dan makanan di hotel serta
restoran, feces manusia di septic tank,
kotoran ternak peternakan, dan sampah organik perumahan. Hingga kini,
kategori sampah tersebut seringkali dibiarkan, belum dikelola secara
baik, dan bahkan tercampur dengan sampah anorganik. Harusnya ada
pemisahan antara sampah organik dan anorganik yang sekarang mulai banyak
diterapkan diberbagai daerah.
Setelah
segala sumber daya dan bahan pokok biogas terkumpul dan disimpan
diwadah tertentu. Maka sampah organik dalam jumlah tertentu dicampurkan
dengan bakteri anaerob pembangkit metan. Proses fermentasi berlangsung
dalam wadah yang disebut digester yang dibuat dari material fiberglass
dalam waktu tertentu. Biogas yang dihasilkan dialirkan ke tabung
khusus, terpisah dengan gas sampingan lainnya. Proses dapat dilakukan
terus menerus. Misalnya proses awal berlangsung selama 5 hingga 7 hari,
maka selanjutnya bahan baku sampah dapat ditambahkan berikut inokulum
bakteri anaerob, dan proses berlangsung kembali. Biogas yang dihasilkan
dapat terus ditambahkan/dialirkan ke dalam tabung penampung kedap udara
(tanpa Oksigen).
Langkah awal
untuk bisa memproduksi energi masa depan yang sangat potensial ini
mungkin bisa dilakukan dengan berbagai cara. Misalnya, memisahkan antara
sampah organik dan anorganik. Bagi pabrik, rumah tangga, pemukiman
ataupun pasar yang mengahasilkan sampah organik mulai bisa membuat
tempat penampungan. Hal ini pun sekaligus bisa menjadi investasi yang
menguntungkan bagi pihak-pihak terkait. Pengelolaan sampah menjadi
energi masa depan ini harus pula didukung oleh berbagai kalangan
masyarakat. Agar bersama-sama kita bisa menciptakan lingkungn yang
bersih dari sampah dan memiliki energi masa depan untuk para anak cucu
kita dimasa mendatang.
Mari bergerak dan peduli terhadap lingkungan dan generasi mendatang !!
thx :miss Anissa @redaksiana
Kamis, 18 Desember 2014
Bring Future Indonesia
Sejauh mana Indonesia akan sanggup menghadapi masa depan yang modern dan berbasis teknologi yang mudah diakses, mari kita simak review berikut ini.
Dengan melakukan perbandingan sistem pendidikan di Negara lain, mungkin pantas prestasi pendidikan Indonesia hanya menduduki peringkat 62 dari 130 negara dengan Education Development Index (EDI) sebesar 0.935 masih kalah dengan Malaysia (0.945) dan Brunei Darusalam (0.965) sumber : UNESCO
Sistem konvensional ini seharusnya sudah ditinggalkan sejak ditemukannya media komunikasi multimedia, karena dengan adanya internet, siswa dapat memanfaatkan program-program pendidikan kapan dan di mana saja. Teknologi interaktif ini memberikan katalis bagi terjadinya perubahan mendasar terhadap peran guru: dari informasi ke transformasi, dengan Pemberdayaan ICT dalam Proses Belajar Mengajar yang menjelaskan pembelajaran secara virtual seperti chatting journal, email dan sebagainya. Ada lima cara yang dilakukan dalam tahap pembelajaran virtual, yaitu, kurikulum digital, metodologi belajar, proffesional developmental, teknologi, dan konektivitas. Ia mengharapkan lima cara ini dapat mulai digunakan di universitas-universitas di Indonesia.
Kurangnya infrastruktur teknologi telekomunikasi, multimedia dan informasi yang merupakan prasayarat implementasi IT untuk pendidikan di Indonesia menjadi hambatannya. Disamping itu, penetrasi PC (Personal Computer) di Indonesia masih rendah, biaya untuk melakukan akses internet masih mahal, hanya institusi tertentu saja yang sudah memiliki fasilitas memadai yang dapat mengakses internet. Disini peran pemerintah sebagi pembuat kebijakan mampu membuat iklim yang kondusif dalam pemerataan infrastruktur IT di Indonesia. Terbukti dengan pendanaan di bidang pendidikan masih sekitar 11,2% dari yang seharusnya 20% dari APBN. Jauh lebih kecil dibanding dengan Negara Australia sebesar 94% bersumber dari pemerintah baik dari commonwealth maupun Negara bagian.
Untuk mejawab berbagai tantangan dalam dunia bisnis, dibutuhkan organisasi Teknologi Informasi/TI internal atau IT Infrastructure (Infrastruktur Teknologi Informasi) yang handal. Di mana menurut analis, 70% dari budget IT dihabiskan di infrastruktur, seperti pengadaan server, sistem operasi, perangkat jaringan dan perangkat penyimpanan data. Berdasarkan data tersebut, bisa dikatakan infrastruktur TI merupakan aset penting perusahaan yang harus dikelola dan dikendalikan secara efisien, sesuai dengan prioritas bisnis agar dapat mencapai harapan.
Persaingan teknologi di dunia barat yang semakin sengit juga berdampak pada Indonesia. Kembang-kempisnya Indonesia tergantung kepada negara-negara luar karena masih terjajah dalam hal ekonomi dan teknologi. Walaupun demikian, ironisnya banyak orang yang bangga dengan apa yang dimilikinya sehingga ia tidak peduli terhadap tetangga dan individualisme menjadi ciri khas mereka. Akibatnya, di samping krisis ekonomi juga krisis mental dan paradigma yang ditimbulkan karena penyalahpahaman makna serta fungsi teknologi. Demikian juga sering kita saksikan bersama, kerukunan/kebersamaan, kerkompakan dan kegotongroyongan nyaris tidak terlihat lagi. Tradisionalisme dianggap tabu dan layak dimuseumkan. Jika hal tersebut sudah meniadi kebiasaan (folkways) maka step by step negara akan segera kehilangan identitasnya.
Di satu sisi teknologi besar manfaatnya bagi kita, namun di sisi yang lain mudharatnyapun sering kita rasakan. Keduanya itu bersifat relatif tergantung yang menggunakannya. Jika yang menggunakan didasarkan pada fungsi yang sebenarna, hasilnyapun akan memuaskan. Tapi sebaliknya jika yang menggunakan hanya asal-asalan dalam artian tidak berdasar pada fungsi yang sebenarnya. Maka teknologi hanya akan menjadi momok bagi kita.
Bidang Ekonomi
Dari pengertian regulasi sendiri, masih banyak pihak yang berselisih. Yang sering dilakukan oleh pemerintah adalah menjadikan regulasi berisi larangan-larangan yang seharusnya dilakukan setiap pelaku IT. Padahal dari pandangan praktisi dan dunia industri, regulasi seharusnya mengatur, bukan sekedar melarang, bagaimana penerapan teknologi dilakukan. Sedangkan masyarakat umum, justru menjerit karena ternyata regulasi seharusnya berorientasi untuk memperjelas kontribusi penerapan teknologi bagi kesejahteraan masyarakat.
Dampak dari ketidakjelasan ini salah satunya adalah permainan kepentingan pihak tertentu. Jika dari sudut pandang dunia industri pengaturan yang diharapkan pasti menyangkut cakupan bisnis mereka. Termasuk bagaimana persaingan dengan provider lainnya, dan bagaimana keuntungan bisa mereka peroleh. Masyarakat tentunya menginginkan adanya kejelasan nasib mereka jika teknologi diterapkan. Misalnya saja bagaimana pemerintah masih setengah hati untuk menerapkan teknologi Voip, karena alasan berpengaruh negatif bagi industri telekomunikasi yang lain. Padahal masalahnya ada pada biaya yang murah, Voip jelas memiliki biaya lebih murah dibanding telepon yang umum digunakan saat ini. Seharusnya regulasi yang dibuat bisa mengatur penerapan teknologi Voip bagi telepon murah, agar masyarakat kelas bawah juga bisa menikmati teknologi.
Regulasi ICT tenyata tidak semudah yang kita bayangkan. Banyak hal yang akan berkaitan di sana. Sampai dimana batasan ICT itu sendiri, masih sangat luas. Kalau dulu kita bisa saja mengartikan pertukaran suara (voice), lewat media tembaga. Tapi sekarang sudah semakin canggih. Tidak hanya suara, tapi disana juga ada data, yang bisa berarti image, document, music & video, dan banyak layanan lainnya. Dan tidak hanya itu, medianya pun sudah berkembang menggunakan frekuensi. Bahkan teknologi ini bisa saja terintegrasi melalui jaringan, perangkat lunak, dan perangkat elektronik lainnya. Sehingga pertanyaannya adalah bagian mana dari teknologi ini yang harus diatur dan bagaimana cara mengaturnya?
Perkembangan teknologi justru bisa terhambat karena tidak adanya regulasi. Dan ini sudah kita rasakan ketika pembahasan RUU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) yang dilakukan pemerintah dan DPR semakin berlarut-larut. Padahal RUU ITE itu sangat penting keberadaannya untuk mengatur transaksi elektronik yang sering kita lakukan di Internet.
Akibatnya Indonesia masih tidak bisa mengakses e-commerce untuk transaksi dunia, atau dengan kata lain kita belum bisa beli barang lewat internet.
Kondisinya saat ini, pemerintah selalu terlambat dalam melihat perkembangan teknologi. Dan memiliki respon yang lambat untuk bisa membuat regulasinya. Alasan SDM selalu menjadi kambing hitam permasalahan, walaupun saat ini pembahasan regulasi terkadang telah melibatkan masyarakat IT. Tapi tetap saja dengan pengetahuan yang minim dari SDM pemerintah tentang teknologi, ditambah lagi pembahasan yang dilakukan selalu berlarut-larut. Belum lagi para regulator terkesan mempolitisir aturan-aturan yang ada, demi
kepentingan politik atau bisnis.
Menjawab tantangan atau hambatan dalam implementasi infrastruktur IT untuk pendidikan di Indonesia perlu adanya solusi agar infrastruktur IT dalam hal ini internet dapat dirasakan oleh setiap lapisan institusi pendidikan. Adapun kebijakan tersebut antara lain :
Dengan infrastruktur IT yang memadai diharapkan menjadi sebuah kunci dalam mendukung proses pendidikan dan untuk mengembangkan kapasitas bangsa sehingga menciptakan pendidikan yang efektif dan efisien dalam penerapan kehidupan khususnya di bidang IT agar keberadaanya memudahkan kehidupan manusia. Jika kebutuhan ini sudah terpenuhi, mungkin ke depannya yang dibicarakan bukanlah pemenuhan ‘kuantitas’ tetapi ‘kualitas’ informasi.
Hal yang paling ampuh agar kita selalu cepat dan tanggap menyikapi perubahan adalah dengan belajar. Melalui proses pembelajaran, kita menjadi tahu apa yang sebelumnya tidak kita tahu, memahami apa yang sebelumnya tidak kita pahami, dan akhirnya menerima apa yang tadinya tidak kita terima. Bila kita sudah mengkondisikan diri kita untuk belajar, maka kita akan selalu siap menerima hal baru. Alangkah baiknya bila semua karyawan menyadari pentingnya belajar dan melakukannya secara mandiri.
Saya setuju dengan pernyataan belajar adalah kunci sukses sebuah perubahan. Mewujudkan kemandirian dalam hal belajar memang sulit bagi perusahaan. Hal inilah yang menjadi penyebab mengapa penerapan TI di banyak perusahaan mengalami banyak hambatan. Menumbuhkan kebiasaan belajar merupakan pekerjaan rumah bagi siapapun dalam perusahaan yang ingin menerapkan TI.
Meningkatkan minat belajar secara mandiri membantu pelaksanaan penerapan TI dalam perusahaan. Perusahaan yang memiliki kemampuan belajar dan mengubah apa yang dipelajari menjadi langkah perbaikan secara cepat dan terus menerus akan mampu menjadi pemimpin dalam kompetisi global. Cara berpikir yang terbuka dan positif terhadap perubahan, serta berorientasi ke depan membantu perusahaan untuk menjadi yang terdepan dan unggul.
Memang betul bahwa manusia memiliki keterbatasan. Keterbatasan inilah yang lalu harus ditutupi oleh teknologi. Bagaimana pun, kendali tetap sepenuhnya ada di tangan manusia. Oleh sebab itu, pendidikan manusia tetap harus berada pada peringkat ke-satu, serta tidak hanya melakukan pemujaan terhadap teknologi tinggi belaka.
Kesimpulannya, bagi praktisi bisnis yang ingin menerapkan teknologi (tidak hanya terbatas pada TI), kita harus selalu mengimbangi perkembangan teknologi dengan pembangunan mental SDM. Misalnya dengan menggunakan management tools untuk Human Resources Development, yaitu: Performance Management, Team Building, Leadership, Supervisory Management, dan sebagainya, atau secara lebih fokus dapat menerapkan Change Management sehingga para karyawan mampu mengadaptasi perubahan lingkungan eksternal untuk mencapai tujuan internal baru.
- Teknologi VS Pendidikan Indonesia
Dengan melakukan perbandingan sistem pendidikan di Negara lain, mungkin pantas prestasi pendidikan Indonesia hanya menduduki peringkat 62 dari 130 negara dengan Education Development Index (EDI) sebesar 0.935 masih kalah dengan Malaysia (0.945) dan Brunei Darusalam (0.965) sumber : UNESCO
Sistem konvensional ini seharusnya sudah ditinggalkan sejak ditemukannya media komunikasi multimedia, karena dengan adanya internet, siswa dapat memanfaatkan program-program pendidikan kapan dan di mana saja. Teknologi interaktif ini memberikan katalis bagi terjadinya perubahan mendasar terhadap peran guru: dari informasi ke transformasi, dengan Pemberdayaan ICT dalam Proses Belajar Mengajar yang menjelaskan pembelajaran secara virtual seperti chatting journal, email dan sebagainya. Ada lima cara yang dilakukan dalam tahap pembelajaran virtual, yaitu, kurikulum digital, metodologi belajar, proffesional developmental, teknologi, dan konektivitas. Ia mengharapkan lima cara ini dapat mulai digunakan di universitas-universitas di Indonesia.
- Hambatan Implementasi Infrastruktur IT untuk Pendidikan di Indonesia
Kurangnya infrastruktur teknologi telekomunikasi, multimedia dan informasi yang merupakan prasayarat implementasi IT untuk pendidikan di Indonesia menjadi hambatannya. Disamping itu, penetrasi PC (Personal Computer) di Indonesia masih rendah, biaya untuk melakukan akses internet masih mahal, hanya institusi tertentu saja yang sudah memiliki fasilitas memadai yang dapat mengakses internet. Disini peran pemerintah sebagi pembuat kebijakan mampu membuat iklim yang kondusif dalam pemerataan infrastruktur IT di Indonesia. Terbukti dengan pendanaan di bidang pendidikan masih sekitar 11,2% dari yang seharusnya 20% dari APBN. Jauh lebih kecil dibanding dengan Negara Australia sebesar 94% bersumber dari pemerintah baik dari commonwealth maupun Negara bagian.
Untuk mejawab berbagai tantangan dalam dunia bisnis, dibutuhkan organisasi Teknologi Informasi/TI internal atau IT Infrastructure (Infrastruktur Teknologi Informasi) yang handal. Di mana menurut analis, 70% dari budget IT dihabiskan di infrastruktur, seperti pengadaan server, sistem operasi, perangkat jaringan dan perangkat penyimpanan data. Berdasarkan data tersebut, bisa dikatakan infrastruktur TI merupakan aset penting perusahaan yang harus dikelola dan dikendalikan secara efisien, sesuai dengan prioritas bisnis agar dapat mencapai harapan.
- Teknologi , Budaya, dan Kemiskinan
Persaingan teknologi di dunia barat yang semakin sengit juga berdampak pada Indonesia. Kembang-kempisnya Indonesia tergantung kepada negara-negara luar karena masih terjajah dalam hal ekonomi dan teknologi. Walaupun demikian, ironisnya banyak orang yang bangga dengan apa yang dimilikinya sehingga ia tidak peduli terhadap tetangga dan individualisme menjadi ciri khas mereka. Akibatnya, di samping krisis ekonomi juga krisis mental dan paradigma yang ditimbulkan karena penyalahpahaman makna serta fungsi teknologi. Demikian juga sering kita saksikan bersama, kerukunan/kebersamaan, kerkompakan dan kegotongroyongan nyaris tidak terlihat lagi. Tradisionalisme dianggap tabu dan layak dimuseumkan. Jika hal tersebut sudah meniadi kebiasaan (folkways) maka step by step negara akan segera kehilangan identitasnya.
Di satu sisi teknologi besar manfaatnya bagi kita, namun di sisi yang lain mudharatnyapun sering kita rasakan. Keduanya itu bersifat relatif tergantung yang menggunakannya. Jika yang menggunakan didasarkan pada fungsi yang sebenarna, hasilnyapun akan memuaskan. Tapi sebaliknya jika yang menggunakan hanya asal-asalan dalam artian tidak berdasar pada fungsi yang sebenarnya. Maka teknologi hanya akan menjadi momok bagi kita.
- Dampak Perkembangan Teknologi
Bidang Ekonomi
- Pertumbuhan telekomunikasi sebesar 1% secara langsung atau tak langsung memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 3% (ITU).
- Peningkatan aktivitas perdagangan akibat pertumbuhan telekomunikasi
- Penyerapan Tenaga Kerja ( padat karya )
- Internet pemicu antisocial behavior dan anonymous karena tidak bertatap muka secara langsung
- Budaya kita tidak/kurang belajar dari sejarah yang menyukai jalan pintas
- Manusia merupakan pengubah (subjek) dan sekaligus sasaran (objek) dari perubahan
- Memudahkan aktivitas manusia
- Penyebab kesenjangan ekonomi dan sosial.
- Teknologi tepat guna menjadi tidak popular
- Budaya terbuka
- Disiplin
- Lisan menjadi tertulis
- Hirarki menjadi jaringan
- Berbagi Informasi agar tidak Gagap Teknologi
- Loncatan budaya
- e-Bisnis baru
- Pangsa Pasar baru (new wave marketing)
- Riset Pasar murah (media jejaring sosial)
- 24 jam /7 hari
- Ubiquitous: every one, every where & every time
- Ancaman Global
- Dampak Positif : perubahan sarana belajar, kemudahan mendapat informasi dan bahan belajar, munculnya sarana belajar online (e-learning), luas jangkauan komunitas dan interaksi, knowledge sharing, peningkatan Social interactions, walaupun secara online, budaya dengar ke budaya menonton, sarana video, televisi, collaborative and participatory, belajar mandiri
- Dampak Negatif : berkurangnya nilai kemanusiaan, jarangnya interaksi secara fisik, ikatan emosi dan penghargaan kepada guru akan berkurang, perubahan mental siswa karena pornografi melalui internet
- Dukungan Regulasi untuk Membangun Komunitas Cerdas
Dari pengertian regulasi sendiri, masih banyak pihak yang berselisih. Yang sering dilakukan oleh pemerintah adalah menjadikan regulasi berisi larangan-larangan yang seharusnya dilakukan setiap pelaku IT. Padahal dari pandangan praktisi dan dunia industri, regulasi seharusnya mengatur, bukan sekedar melarang, bagaimana penerapan teknologi dilakukan. Sedangkan masyarakat umum, justru menjerit karena ternyata regulasi seharusnya berorientasi untuk memperjelas kontribusi penerapan teknologi bagi kesejahteraan masyarakat.
Dampak dari ketidakjelasan ini salah satunya adalah permainan kepentingan pihak tertentu. Jika dari sudut pandang dunia industri pengaturan yang diharapkan pasti menyangkut cakupan bisnis mereka. Termasuk bagaimana persaingan dengan provider lainnya, dan bagaimana keuntungan bisa mereka peroleh. Masyarakat tentunya menginginkan adanya kejelasan nasib mereka jika teknologi diterapkan. Misalnya saja bagaimana pemerintah masih setengah hati untuk menerapkan teknologi Voip, karena alasan berpengaruh negatif bagi industri telekomunikasi yang lain. Padahal masalahnya ada pada biaya yang murah, Voip jelas memiliki biaya lebih murah dibanding telepon yang umum digunakan saat ini. Seharusnya regulasi yang dibuat bisa mengatur penerapan teknologi Voip bagi telepon murah, agar masyarakat kelas bawah juga bisa menikmati teknologi.
Regulasi ICT tenyata tidak semudah yang kita bayangkan. Banyak hal yang akan berkaitan di sana. Sampai dimana batasan ICT itu sendiri, masih sangat luas. Kalau dulu kita bisa saja mengartikan pertukaran suara (voice), lewat media tembaga. Tapi sekarang sudah semakin canggih. Tidak hanya suara, tapi disana juga ada data, yang bisa berarti image, document, music & video, dan banyak layanan lainnya. Dan tidak hanya itu, medianya pun sudah berkembang menggunakan frekuensi. Bahkan teknologi ini bisa saja terintegrasi melalui jaringan, perangkat lunak, dan perangkat elektronik lainnya. Sehingga pertanyaannya adalah bagian mana dari teknologi ini yang harus diatur dan bagaimana cara mengaturnya?
Perkembangan teknologi justru bisa terhambat karena tidak adanya regulasi. Dan ini sudah kita rasakan ketika pembahasan RUU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) yang dilakukan pemerintah dan DPR semakin berlarut-larut. Padahal RUU ITE itu sangat penting keberadaannya untuk mengatur transaksi elektronik yang sering kita lakukan di Internet.
Akibatnya Indonesia masih tidak bisa mengakses e-commerce untuk transaksi dunia, atau dengan kata lain kita belum bisa beli barang lewat internet.
Kondisinya saat ini, pemerintah selalu terlambat dalam melihat perkembangan teknologi. Dan memiliki respon yang lambat untuk bisa membuat regulasinya. Alasan SDM selalu menjadi kambing hitam permasalahan, walaupun saat ini pembahasan regulasi terkadang telah melibatkan masyarakat IT. Tapi tetap saja dengan pengetahuan yang minim dari SDM pemerintah tentang teknologi, ditambah lagi pembahasan yang dilakukan selalu berlarut-larut. Belum lagi para regulator terkesan mempolitisir aturan-aturan yang ada, demi
kepentingan politik atau bisnis.
Menjawab tantangan atau hambatan dalam implementasi infrastruktur IT untuk pendidikan di Indonesia perlu adanya solusi agar infrastruktur IT dalam hal ini internet dapat dirasakan oleh setiap lapisan institusi pendidikan. Adapun kebijakan tersebut antara lain :
- Bebas lisensi untuk ISP (Internet Service Provider) bagi dinas pendidikan daerah/pusat
- Tarif khusus untuk Jaringan Komputer Pendidikan
- Free Hosting untuk Portal Pendidikan
- Alokasi Frekuensi khusus (Wimax, WiFi) untuk jaringan internet agar dapat dijangkau oleh institusi yang masih terpencil
- Tax Holiday, untuk kegiatan pengembangan sumber daya manusia
- Penghapusan pajak bagi kegiatan penelitian
- Seed Capital untuk konten pengembang bidang pendidikan dan penelitian dan pengembangan
- Paket laptop murah untuk siswa/mahasiswa, optimalisasi dana CSR (Capital Social Responsibility)
- Berbagai intensif seperti pendanaan khusus (seed capital), subsidi, keringanan perpajakan, dan lain-lain merupakan salah satu mekanisme bantuan pemerintah yang sangat efektif dalam menciptakan iklim agar kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi dapat tumbuh subur.
- Telekomunikasi sebagai pemicu budaya perlu dicermati dengan bijaksana
- Peran Pemerintah dalam menciptakan regulasi yang benar, bijak, dan melindungi masyarakat
- Masyarakat sebagai konsumen perlu melakukan filter terhadap budaya teknologi telekomunikasi yang “tidak sesuai” dengan budaya Indonesia
- Kesanggupan Indonesia menghadapi teknologi yang mudah diakses
Dengan infrastruktur IT yang memadai diharapkan menjadi sebuah kunci dalam mendukung proses pendidikan dan untuk mengembangkan kapasitas bangsa sehingga menciptakan pendidikan yang efektif dan efisien dalam penerapan kehidupan khususnya di bidang IT agar keberadaanya memudahkan kehidupan manusia. Jika kebutuhan ini sudah terpenuhi, mungkin ke depannya yang dibicarakan bukanlah pemenuhan ‘kuantitas’ tetapi ‘kualitas’ informasi.
Hal yang paling ampuh agar kita selalu cepat dan tanggap menyikapi perubahan adalah dengan belajar. Melalui proses pembelajaran, kita menjadi tahu apa yang sebelumnya tidak kita tahu, memahami apa yang sebelumnya tidak kita pahami, dan akhirnya menerima apa yang tadinya tidak kita terima. Bila kita sudah mengkondisikan diri kita untuk belajar, maka kita akan selalu siap menerima hal baru. Alangkah baiknya bila semua karyawan menyadari pentingnya belajar dan melakukannya secara mandiri.
Saya setuju dengan pernyataan belajar adalah kunci sukses sebuah perubahan. Mewujudkan kemandirian dalam hal belajar memang sulit bagi perusahaan. Hal inilah yang menjadi penyebab mengapa penerapan TI di banyak perusahaan mengalami banyak hambatan. Menumbuhkan kebiasaan belajar merupakan pekerjaan rumah bagi siapapun dalam perusahaan yang ingin menerapkan TI.
Meningkatkan minat belajar secara mandiri membantu pelaksanaan penerapan TI dalam perusahaan. Perusahaan yang memiliki kemampuan belajar dan mengubah apa yang dipelajari menjadi langkah perbaikan secara cepat dan terus menerus akan mampu menjadi pemimpin dalam kompetisi global. Cara berpikir yang terbuka dan positif terhadap perubahan, serta berorientasi ke depan membantu perusahaan untuk menjadi yang terdepan dan unggul.
Memang betul bahwa manusia memiliki keterbatasan. Keterbatasan inilah yang lalu harus ditutupi oleh teknologi. Bagaimana pun, kendali tetap sepenuhnya ada di tangan manusia. Oleh sebab itu, pendidikan manusia tetap harus berada pada peringkat ke-satu, serta tidak hanya melakukan pemujaan terhadap teknologi tinggi belaka.
Kesimpulannya, bagi praktisi bisnis yang ingin menerapkan teknologi (tidak hanya terbatas pada TI), kita harus selalu mengimbangi perkembangan teknologi dengan pembangunan mental SDM. Misalnya dengan menggunakan management tools untuk Human Resources Development, yaitu: Performance Management, Team Building, Leadership, Supervisory Management, dan sebagainya, atau secara lebih fokus dapat menerapkan Change Management sehingga para karyawan mampu mengadaptasi perubahan lingkungan eksternal untuk mencapai tujuan internal baru.
Senin, 15 Desember 2014
Cara Merawat Kelinci Dengan Baik Dan Benar
Peratama-tama ngeksis dule ye... :-P
Berhubung saya juga punya kelinci dirumah, makanya nii pengen berbagi gimana caranya ngerawat kelinci secara baik dan benar (menurut saya) hehehe..
oiah saya kenalin dulu yah kelincinya, kasian, katanya pengen kenalan, wkwkwk...
Namanya Xiomi (kaya merk HP, emang terinspirasi dari situ sih, haha) sama Naomi, nah yang di foto ntu XIomi soalnya Naominya galak banget sih,,, tapii sekarang malah maunya manja-manja terus, hahaha...
oh iya, ngemengnya uda dulu akah, nii dia caranya, "tadaaaaa......
Dalam merawat kelinci termasuk jenis angora perlu diperhatikan hal-hal berikut ini:
Cara memberi makan kelinci:
nah berhung tu kelinci peliharaan tak taro aja di dalam rumah, takut ilang, lagi musim malinng, tapii tak bersihin tiap hari, PUP dan PIP nya juga tak bersihin, kandangnya sama kelincinya juga d semprot pake minyak nyong-nyong biar wangi sepanjang masa... haha..
kayanya cukup segitu dulu deh, besok-besok sahre lagii..
tengku inponya buat yang punya inih http://kesehatan-ternak.blogspot.com... :-)
Berhubung saya juga punya kelinci dirumah, makanya nii pengen berbagi gimana caranya ngerawat kelinci secara baik dan benar (menurut saya) hehehe..
oiah saya kenalin dulu yah kelincinya, kasian, katanya pengen kenalan, wkwkwk...
Namanya Xiomi (kaya merk HP, emang terinspirasi dari situ sih, haha) sama Naomi, nah yang di foto ntu XIomi soalnya Naominya galak banget sih,,, tapii sekarang malah maunya manja-manja terus, hahaha...
oh iya, ngemengnya uda dulu akah, nii dia caranya, "tadaaaaa......
Dalam merawat kelinci termasuk jenis angora perlu diperhatikan hal-hal berikut ini:
- Umur kelinci, cara merawat kelinci yang masih kecil (anak) sudah pasti berbeda dengan kelinci dewasa. Perawatan anak kelinci jauh lebih sulit bila dibandingkan dengan perawatan pada kelinci dewasa bahkan indukan sekalipun.
- Jenis kelinci, setiap kelinci memiliki karakteristik sendiri, yang berasal dari eropa (daerah dingin) biasanya memiliki bulu yang panjang. Dan kelinci asia biasanya memiliki bulu yang pendek. Karakteristik ini menyebabkan perbedaan pada teknik perawatan terutama dalam hal menjaga kebersihan bulu.
- Kelinci hamil, pada kondisi ini mereka membutuhkan asupan mineral 2 kali lebih banyak dari biasanya.
- Kondisi kesehatan, cara merawat kelinci yang lagi sakit berbeda dengan yang sehat. Pada konsisi sakit maka peternak harus mengetahui secara pasti penyakit yang diderita tersebut. Caranya dengan membawa ke dokter hewan atau petugas kesehatan hewan di daerahnya. Pada saat sakit tentu saja banyak hal yang harus dihindari, seperti; memandikan kelinci, memberi pakan jenis tertentu (tergantung pada penyakitnya).
Cara memberi makan kelinci:
- Untuk anak kelinci pakan di kandangnya sebaiknya diganti 2 kali sehari. Dengan ransum hijauan + konsentrat. Jumlah pakan hijaun yang diberikan untuk anak kelinci umur 3 bulan (sudah disapih) sebanyak 10% dari berat badan, dan konsentrat sebanyak 1% dari berat badan / hari. Jadi pada jika anak kelinci anda beratnya 1 Kg maka hijauan yang harus dikasi minimal 1 ons per hari (dalam dua kali pemberian)
- Untuk kelinci dewasa pemberian pakan sebaiknya diberi 2 kali sehari juga yakni di pagi dan sore hari. Pemberian hijauan dan konsentrat perlu dilebihkan untuk induk kelinci yang lagi hamil, terutama mineral yang mengandung banyak calcium. Pemberian vitamin melalui air munum bisa diberi 2 kali sebulan, atau rutin bila kelinci terlihat lesu dan sakit.
nah berhung tu kelinci peliharaan tak taro aja di dalam rumah, takut ilang, lagi musim malinng, tapii tak bersihin tiap hari, PUP dan PIP nya juga tak bersihin, kandangnya sama kelincinya juga d semprot pake minyak nyong-nyong biar wangi sepanjang masa... haha..
kayanya cukup segitu dulu deh, besok-besok sahre lagii..
tengku inponya buat yang punya inih http://kesehatan-ternak.blogspot.com... :-)
Sabtu, 13 Desember 2014
5 Hal unik di sekitar kita
Di dunia ini banyak hal sekali yang dapt kita lakukan, namun tidak semua hal dapt kita lakukan, berikut ini adalah beberapa hal unik yang berada di sekitar kita.. :-)
- Setiap manusia tidak dapat menjilat siku tangannya sendiri.
- Menahan nafas tidak akan membuat kita mati.
- Ucapkan “sixth sick sheik’s sixth sheep’s sick” beberapa kali. Nanti kamu akan mahir berbahasa inggris..
- 111,111,111 x 111,111,111 = 12,345,678,987,654,321.
- 95 % pastii anda akan mencoba dan memikirkan hal yang ada dii ats...ciyeeee..... :-D
Jumat, 12 Desember 2014
Thank You From Mhimisz
Terimakasih kawan untuk singgah ke blog sederhana ini, akhihihihi..
Ini adalah blog pertamanya mhimisz... :-)
Ini adalah blog pertamanya mhimisz... :-)
Langganan:
Postingan (Atom)



